Rindu
Rindu
Aku menyusuri ruang rindu, termangu menunggumu. Napasku sesak, pikiranku melayang, hatiku meradang. Kau memang tidak pernah berjanji, namun kutetap bersikeras menunggu kembalimu, aku bermonolog.
Dua bulan sudah kau tidak kembali. Napasku makin sesak. Setiap malam kupanjatkan doa kepada Tuhan agar kau kembali. Namun doa-doaku belum jua terkabul. Mungkin Tuhan telah mempersiapkan hadiah terbesar.
Suatu malam aku melihat tanda kehadiranmu, kudongakkan kepalaku kelangit yang hitam kelam. Namun aku salah. Hanya kabut yang semakin pekat. “Kapan kau kembali hujan. Aku rindu” lirihku dalam hati.
Riri Kude
Jum’at, 20 September 2019
Aku menyusuri ruang rindu, termangu menunggumu. Napasku sesak, pikiranku melayang, hatiku meradang. Kau memang tidak pernah berjanji, namun kutetap bersikeras menunggu kembalimu, aku bermonolog.
Dua bulan sudah kau tidak kembali. Napasku makin sesak. Setiap malam kupanjatkan doa kepada Tuhan agar kau kembali. Namun doa-doaku belum jua terkabul. Mungkin Tuhan telah mempersiapkan hadiah terbesar.
Suatu malam aku melihat tanda kehadiranmu, kudongakkan kepalaku kelangit yang hitam kelam. Namun aku salah. Hanya kabut yang semakin pekat. “Kapan kau kembali hujan. Aku rindu” lirihku dalam hati.
Riri Kude
Jum’at, 20 September 2019

Kalau hanya dari judul, langsung kepikiran bakal berbau-bau roman. Tapi keren mba, menyuarakan pikiran-pikiran semua orang. Ditunggu karya-karya spektakuler lainnya mba. :)
BalasHapus