Kematian Bapak
Lekat-lekat kupandangi kerut wajahnya yang sudah memucat. Matanya cekung, alisnya tebal hampir bertaut. Setiap lekuk tubuhnya mengingatkanku pada masa kecil yang suram. Tangan kasarnya menjadikan tubuhku membiru setiap kali ia pulang dari tempat kerjanya.
Hari ini malam kedua tahlilan di rumah berdinding papan dengan atap seng. Di rumah bapakku. Sudah hampir 9 tahun aku tidak pernah mengunjunginya. Karena setiap aku pulang tangannya selalu ingin memukulku. Hingga kuputuskan tidak akan pulang. Namun setelah aku mendengar berita kematiannya. Aku langsung pulang, bagaimana pun ia adalah bapakku.
Setelah membereskan piring-piring dan gelas para tetangga yang ikut tahlilan aku baru teringat. Kemana ibuku pergi ? Sejak kematian bapak, aku tidak melihat ibu di rumah. Keesokaannya aku ziarah ke makam bapak, kumelihat seseorang mengenakan jilbab hitam renda sedang berada di sisi makam bapak. Kuberjalan mengendap-endap dan setelah dekat ternyata ibuku. Ibuku mengaku dialah penyebab bapak meninggal.
Tanjung pule, 20 september 2019
Hari ini malam kedua tahlilan di rumah berdinding papan dengan atap seng. Di rumah bapakku. Sudah hampir 9 tahun aku tidak pernah mengunjunginya. Karena setiap aku pulang tangannya selalu ingin memukulku. Hingga kuputuskan tidak akan pulang. Namun setelah aku mendengar berita kematiannya. Aku langsung pulang, bagaimana pun ia adalah bapakku.
Setelah membereskan piring-piring dan gelas para tetangga yang ikut tahlilan aku baru teringat. Kemana ibuku pergi ? Sejak kematian bapak, aku tidak melihat ibu di rumah. Keesokaannya aku ziarah ke makam bapak, kumelihat seseorang mengenakan jilbab hitam renda sedang berada di sisi makam bapak. Kuberjalan mengendap-endap dan setelah dekat ternyata ibuku. Ibuku mengaku dialah penyebab bapak meninggal.
Tanjung pule, 20 september 2019

Komentar
Posting Komentar