Kepulan asap dan sosok kakek tua

Malam ini tugasku berjaga. Teman jagaku pegawai baru namanya pak widodo, laki-laki tegap dengan tinggi 175 cm, kulit sawo matang, alisnya terpaut menambah nilai kegarangan diwajahnya. Waktu telah menunjukkan 23.30 wib. Kali ini giliran pak widodo yang berkeliling dan aku berjaga di pos.

Sudah 3 jam pak Widodo belum juga muncul di hadapanku. Padahal saatnya aku yang berkeliling dan ia berjaga di pos. Kusesap kopi yang tinggal setengah dan sudah dingin. Mulai kumencari pak Widodo, takutnya ada apa-apa dengannya. Baru kumelangkahkan kaki keluar dari pos, penampakan pak Wibowo mengejutkan. Wajahnya kuyup keringat, dengan napas yang terengah-engah ia mengucapkan kata-kata yang tidak bisa kumengerti. Setelah kuambilkan minum lalu ia mulai bercerita. Ketika berkeliling dekat kamar mayit ia dikagetkan oleh asap yang mengepul seperti pada film-film horor dan yang membuatnya sampai kuyup ia melihat sesosok kakek-kakek yang muncul di tengah asap yang mengepul.

Aku penasaran, perasaanku selama berjaga tidak pernah melihat yang aneh-aneh. Aku dan pak Widodo ke tempat kejadian. Dengan wajah yang ketakutan pak widodo memengang bahuku dan sedikit menunduk karena takut. Kuberanikan diri walaupun agak sedikit takut juga. Setelah kami sampai di belakang ruang mayat aku melihat sisa pembakaran sampah yang masih ada baranya. "Ada apa mas heru" tanya seseorang dari belakang kami mengagetkan. Ternyata suara kakek Joko. Kakek Joko adalah penjaga sekaligus tukang kebun di rumah sakit ini.

Indralaya, 20 September 2019

Komentar