Pentingnya Pelatihan Parenting Education di Desa-desa
PENTINGNYA PELATIHAN
PARENTING EDUCATION DI DESA-DESA
Oleh : Riyanti Kusuma Dewi
Pelatihan parenting education telah marak di daerah perkotaan. Hampir semua kota-kota besar di Indonesia para orang tua sudah menyadari pentingnya parenting education bagi mereka. Lalu bagaimana dengan daerah pedesaan yang mempunyai data tingkat pernikahan anak tinggi dan perekonomian rendah ?
Berdasarkan data dari Unicef, state of The World’s Children tahun 2016 menyatakan bahwa perkawinan anak indonesia menduduki peringkat ke-7 di dunia. Dan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun 2015 menunjukkan perkawinan anak usia 10-15 tahun sebesar 11 persen dan anak usia 16-18 tahun sebesar 32 persen. Menurut komisi Perlindungan Anak (KPAI) perkawinan anak di Indonesia terjadi paling banyak di desa. Hal ini menyebabkan banyaknya pasangan suami istri yang belum siap untuk menjadi orang tua.
Pengaruh pernikahan dini akan berakibat pada pola asuh terhadap anak. Mereka yang belum mempunyai ilmu yang matang dalam mengasuh anak akan lebih cenderung cara-cara pengasuhan yang salah. Orang tua kerap kali menggunakan gaya pengasuhan pembiaran. Gaya pengasuhan ini orang tua memberikan kebebasan dan membiarkan anak melakukan hal yang disukainya, mereka tidak sama sekali ikut andil dalam perkembangan anak dari mental dan moral.
Hal tersebutlah yang menjadi dasar lahirnya anak-anak yang karakternya terbentuk oleh lingkungannya. Padahal, peran orang tua sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak. Menurut Henry Clay Lindgren bahwa “Keluarga bukan sekolah, namun memberikan pengalaman-pengalaman pendidikan yang pertama mulai pada masa pertumbuhan dengan usaha-usaha untuk membimbing dan mengarahkan anak serta melatihnya”. Bagaimanapun keluarga adalah pendidikan yang utama. Bagaimana anak akan menjadi pribadi yang baik dan intelektual sedangkan kedua orang tuanya tidak tahu bagaimana cara menjadi pendidik yang baik untuk mereka.
Saya ingin sedikit bercerita pengalaman saya mengajar di SD Negeri disalah satu desa di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Ketika mengajar banyak hal yang mengejutkan bagi saya. Mulanya saya berpikir bahwa mengajar di pedesaan akan menemukan anak-anak yang memiliki nilai sopan santun yang tinggi. Namun hal itu tidak saya dapatkan, hanya beberapa anak yang masih menerapkannya. Bukan hanya itu, bahkan banyak saya temukan anak yang sudah duduk di bangku kelas 3-6 masih ada yang belum bisa membaca bahkan ada yang masih belum mengenal huruf.
Melihat ilustrasi di atas menunjukkan bahwa pemahaman orang tua yang masih belum matang tentang bagaimana mereka dalam memberikan pendidikan di rumahnya. Akan berakibat fatal bagi anak-anaknya. Penduduk pedesaan lebih banyak terkena dampak modernisasi, hanya lewat televisi dan gadget mereka dengan sangat mudah merubah gaya hidupnya. Namun mereka cenderung tidak bisa memilah mana yang baik atau buruk. Semuanya masuk ke dalam kehidupan mereka dengan mudah. Mereka cenderung membiarkan anaknya bebas menonton televisi dan bermain gadget tanpa diawasi. Pasti sedikit aneh membaca “bermain gadget”, walaupun di desa dengan penghasilan yang rendah namun setiap rumah mereka bisa dipastikan memiliki mesin canggih tersebut.
Oleh karena itu, sangat penting memberikan pelatihan parenting education ke desa-desa. Parenting education sendiri adalah pedidikan yang berkaitan dengan cara pola asuh orang tua kepada anaknya pada masa pertumbuhan. Parenting education ini sangat penting bagi kedua orang tua karena apabila mereka mengambil jalan yang salah saat mengasuh, maka akan fatal akibatnya terhadap anak itu sendiri. Di daerah pedesaan banyak yang belum mengenal parenting education. Dikarenakan di daerah pedesaan memiliki tingkat pendidikan dan penghasilan rendah. Sehingga mereka lebih cenderung bagaimana cara mencari makan, bukan bagaimana meningkatkan pendidikan anak apalagi memikirkan character education ( Pedidikan karakter).
Dengan adanya parenting education maka akan ada warna baru bagi para orang tua. Mereka akan sedikit demi sedikit merubah cara pandang mereka terhadap pengasuhan. Kedua orangtua itu akan membuat rumusan-rumusan tujuan pengasuhan sejak anak di lahirkan, melist apa yang menjadi prioritas bagi anak. Mereka anak mulai merubah perilaku menjadi lebih baik. Karena anak merupakan peniru ulung, jadi jika orang tua memiliki kebisaan-kebiasaan yang buruk anak akan cenderung mengikutinya. Para orang tua akan lebih peka terhadap potensi anak, dengan begitu mereka tidak perlu memaksa melakukan kegiatan yang tidak diinginkan oleh anak dan anak tidak akan merasa tertekan.
Parenting education akan merubah kehidupan di desa-desa. Desa yang dulunya dikenal sebagai daerah tingkat pernikahan anak tinggi, pendidikan dan penghasilan rendah. Akan berubah karena pola pikir yang telah terbentuk dari para orang tua muda telah berganti menjadi lebih maju.


Iya mba, di desa tempat aku tinggal juga kurang lebih sama. Semoga kualitas pendidikan dan semua faktor pendukungnya semakin membaik. Terima kasih mba, tulisannya menginspirasi. Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya ya mba. :)
BalasHapus