Wanita Tanpa Kekang Zaman

Di era teknologi yang semakin maju. Wanita diberikan kebebasan untuk berpendapat, berinovasi, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dilakukan laki-laki, kini banyak digantikan oleh wanita.

Memang kini wanita lebih mudah berekspresi sesuai kehendaknya. Begitu pun muslimah, yang tak mau kalah dalam berbusana. Bahkan banyak yang meninggalkan syariat demi sebuah penampilan.

Tak ayal hampir semua perkantoran menuntut penampilan pada karyawannya atau yang baru mendaftar. Bahkan kerap kali mereka tidak melihat ijazah si pelamar, hanya melihat dari sekali tatap dari penampilannya sudah mampu menggugurkan transkrip nilai yang diperjuang si pelamar selama empat tahun.

Hal tersebut membuat pola pikir baru. Khususnya bagi seorang muslimah yang berhijab. Kriteria yang rapi itu jilbab diangkat hingga ke atas dada, dengan make up tebal. Otomatis, muslimah yang menggunakan jilbab panjang dan menggunakan make up yang biasa saja harus menggigit bibir di pintu wawancara, menerima keputusan pahit dan tatapan sinis dari para HRD.

Ada cerita dari beberapa teman yang mempunyai cerita pahit namun berbuah manis. Namun kali ini saya hanya akan menceritakan satu kisah saja.
Kisah dari mojang kuningan.  Ia dahulu kuliah disalah satu Universitas Negeri. Ia menjadi aktivis dakwah dan dengan segudang prestasi. Lulus tercepat dan terbaik. Bisa dibayangkan kan, bagaimana ketika ia mulai merambah ke dunia pekerjaan. Semua lamarannya pasti akan diterima oleh perusahaan-perusahaan ternama. Namun, terkadang apa yang kita harapkan datang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Ya. Semua lamarannya diterima. Tetapi ia harus gugu mendengar penuturan dari para HRD. Keluar pintu dengan tertunduk pilu.

Alhasil, hatinya mulai goyah. Ia mulai mengubah penampilannya. Jilbab yang dulu menjuntai hingga melebihi pinggang, dinaikkan beberapa senti namun tetap menutup dada. Yang biasanya menggunakan gamis, ia ganti dengan rok sepan dengan baju di masukin.  Ia pun melenggang menuju tempat wawancara, walaupun sedikit malu ia berusaha untuk membiasakan penampilan barunya. Dengan catatan perbaikan penampilan ia diterima menjadi pegawai perusahaan asing yang ada di Indonesia.

Ternyata, tantangan bukan hanya di pintu gerbang masuk perusahaan. Ketika sudah di dalam pun, cobaan harus kembali ia hadapi. Penampilan yang memang tidak terlalu mengubah ia yang dulu. Menjadi sorotan para pegawai. Beberapa kata ejekan pun terlontar dari bibir mereka. Namun mojang kuningan ini percaya diri, ia bisa menunjukkan kemampuannya.
Dan waktu membuktikan bahwa dirinya mampu. Belum genap setahun ia telah mengantongi beberapa predikat di kantornya, sebagai pegawai terbaik. Semua itu mengubah pandangan seluruh rekan kerjanya  Mereka mulai meliriknya dengan tatapan bangga, bukan lagi sinis.
Setelah kariernya menanjak ia kembali menjadi mojang kuningan yang dulu. Bahkan ia mampu menularkan kebiasaannya untuk sholat Dhuha.

Masya Allah bukan membaca ceritanya? Walau ia sempat mengubah penampilannya. Namun di hatinya masih ada Allah, yang selalu menguatkannya dan meneguhkannya. Bisa saja jika abai dengan-Nya, ia mengubah seluruh penampilannya dan kehilangan arah.

Mojang kuningan ini menjadi salah satu contoh wanita tanpa kekang zaman. Wanita yang mampu bertahan di lingkungannya, ia tidak mampu tergerus akidah dan akhlaknya. Dan tidak mengikuti tren-tren wanita zaman sekarang.

Komentar

  1. Masya Allah, memang mbak ini ada sekitar kita. Terkadang yg berhijab panjang harus pakai jilbab pendek karena menunjang pekerjaan. Sedih kali 😥

    BalasHapus
  2. Merupakan PR besar bagi setiap muslimah untuk tetap kosisten dengan identitas serta tampilannya tanpa perlu merasa asing atau terasingkan dari sekelilingnya. Mendengar cerita seputar dunia kerja dari beberapa teman memang cukup membuat ciut. Tapi itu sendiri adalah tantangannya. Semoga kekonsistenan mojang ini melekat pada wanita-wanita lain.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah, sungguh istikomah itu memanglah sulit. Semoga Allah selalu menjaga istikomah kita

    BalasHapus
  4. Sepertinya tokoh ini saya tau siapa dan dimana 😊 ..

    BalasHapus
  5. Pembuktian bahwa kita mampu melakukan sesuatu, akan mengalahkan seribu kata yang meremehkan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer