Serdadu Kecil 16 Ilir
serdadu kecil 16 Ilir
bersenjatakan kantung plastik hitam
bergerilya susuri riuh pasar
menepis keluh dan peluh
berseragam oblong, beralas sandal jepit
suaranya menguar dan hilang
ditelan kata berantukan
antar pedagang dan pembeli
serdadu kecil 16 Ilir
terlewat kecil mereka
hingga abai sekitar padanya
yang mengais rezeki
lewat kantung plastik hitam itu
tilik curiga buntuti mereka
dengan rambut merah, kulit dekil
jadi lambang carut marut kehidupan
pengambil hak yang dapat takdir kehilangan
namun, mata kerap salah tatap
buah tanpa celah di kulit
tak ada jaminan bebas ulat bersarang
serdadu kecil 16 Ilir
tetap melangkah dalam gelap masa depan
terpenting sekarang makan
Indralaya, 150120
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJadi ingat suasana pasar 16, Mba. Keren Mba, paling suka di bagian bait ketiga sama keempat. Jadi penasaran pengen baca puisi Mba lebih banyak. 😄
BalasHapusIya dek di 16 selalu kita temuin anak-anak bawa plastik dan nawarin dengan agak maksa dan sering kali curiga dengan mereka.
HapusPuisi yang berdasarkan realitas kehidupan keras jalanan.
BalasHapusTurut terhanyut dalam bait2nya.
Iya Kak. Terinspirasi dari pasar 16. 😁
HapusSemoga cepat berlalu Corona, puisi mbak membuat saya kangen 16 , jadi sedih
BalasHapusAamiin.
Hapus